Teori Konflik (Teori Untuk Perubahan Sosial)

November 10, 2011

"teori konflik"

Teori Konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi dengan penyesuaian-penyesuaian nilai-nilai, melainkan dengan konfliklah yang menghasilkan rumusan-rumusan yang berbeda dengan semula. Teori ini ditandai dengan intervensi pihak ketiga atau konsensus yang dipaksakan. Tokoh Teori Ini adalah Karl Marx.

Contoh penerapan Teori Konflik : PSIM sekarang mempunyai suporter yang terbelah menjadi 2 kelompok, 2 kelompok ini saling bersitegang bahkan sering terjadi konflik manifestasi. Untuk meredam permasalahan ini Walikota Yogyakarta (Heri Yudianto) memperingatkan kedua belah pihak yang berkonflik. Beliau mengatakan, Apabila kedua kelompok masih bersikap anarkhi lagi, maka PSIM akan saya bekukan. Ini suatu kebijakan yang dapat meredam konflik . Hal ini menyebabkan kedua belah pihak tidak berkonflik lagi, walaupun mungkin masih ada konflik yang bersifat laten. Mereka terpaksa menyetujui konsensus yang dipaksakan.

MENULIS ILMU.COM

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: